Mengenal Serba-Serbi Tanaman Hidroponik

4 min read

Istilah hidroponik mungkin sudah sangat familiar di telinga Anda. Teknik bercocok tanam ini memang telah menjadi pilihan masyarakat beberapa tahun belakangan. Selain mudah, teknik hidroponik sangat sesuai bagi pecinta tanaman yang tidak memiliki lahan tetapi ingin membudidayakan tanaman tertentu. Tidak heran semakin banyak orang yang mulai tertarik mempelajari tentang teknik yang satu ini.

Tanaman hidroponik menawarkan sensasi tersendiri baik dalam budidaya maupun perawatannya. Anda yang tidak memiliki cukup lahan namun mempunyai hobi bercocok tanam sebaiknya mempelajari teknik penanaman secara hidroponik. Tidak hanya sayuran, ada berbagai macam tanaman yang bisa Anda tanam menggunakan teknik yang menarik ini.

Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan ketika Anda tertarik untuk bercocok tanam secara hidroponik. Karena teknik ini tidak menggunakan tanah sama sekali, maka Anda perlu menghadirkan media lain yang mampu menjadi tempat tumbuhnya akar sehingga tanaman dapat berkembang dengan baik. Selain itu, nutrisi juga sangat penting untuk diperhatikan.

Pengertian Hidroponik

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai teknik bercocok tanam secara hidroponik, alangkah lebih baiknya untuk membahas mengenai pengertian hidroponik itu sendiri. Istilah ini diambil dari Bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya. Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa tanah sebagai media. Sebagai penggantinya, digunakan media air yang telah dicampur dengan nutrisi.

Hidroponik sendiri memiliki berbagai metode, antara lain metode drip, NFT, walter culture dan lain sebagainya. Teknik hidroponik dikembangkan sebagai jawaban atas permasalahan lahan yang semakin menipis. Berkurangnya lahan untuk bercocok tanam mendorong diciptakannya teknik menanam yang lebih praktis serta tidak memakan banyak tempat seperti hidroponik ini.

Prinsip dari hidroponik adalah menggunakan media air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi menjadi faktor penting dalam penanaman dengan metode ini. Nutrisi memiliki peran yang sangat penting karena akar tidak dapat mencari nutrisi sendiri dari tanah seperti ketika ditanam menggunakan metode konvensional.

Meskipun dikenal sebagai metode tanam air, namun kenyataannya hidroponik tidak menggunakan air dalam jumlah yang banyak. Teknik ini justru menggunakan air yang lebih sedikit karena dikombinasikan dengan berbagai macam media yang sesuai dengan karakteristik akar tanaman. Oleh karena itu, hidroponik juga sesuai untuk diaplikasikan pada daerah dengan pasokan air yang minim.

Nutrisi Hidroponik

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, teknik hidroponik sangat bergantung pada nutrisi yang terkandung di dalam air. Tentu Anda tidak dapat bergantung sepenuhnya pada air tersebut tanpa menambahkan nutrisi tertentu. Lain halnya dengan tanaman dengan media tanah, akar mungkin dapat berkembang dan mendapatkan nutrisi dari tempat lain. Namun, tidak demikian dengan hidroponik.

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, perlu dilakukan penambahan nutrisi secara berkala pada media dan air yang digunakan. Jika Anda mendatangi toko pertanian, Anda akan menemukan berbagai macam pilihan nutrisi untuk tanaman hidroponik. Meskipun demikian, nutrisi ini dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga tidak semua pembudidaya hidroponik mampu untuk membeli nutrisi hidroponik tersebut.

Sebagai solusi, Anda bisa membuat nutrisi sendiri. Meskipun cenderung rumit, namun Anda dapat mempelajari cara pembuatan nutrisi tersebut. Berikut beberapa langkah untuk membuat nutrisi untuk hidroponik.

  1. Persiapan

Tahap pertama adalah persiapan, di mana Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan untuk pembuatan nutrisi. Pada umumnya unsur yang dibutuhkan oleh tanaman adalah nitrogen, magnesium, kalium, sulfur, kalsium, zat besi dan beberapa unsur lainnya dalam jumlah kecil. Cukup banyak memang, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena bahan yang diperlukan untuk pembuatan tidak terlalu banyak.

Persiapkan 10 gram NPK, 10 gram KCL, dan 5 gram Gandasil. Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan 10 liter air sumur, 3 gelas plastic, timbangan, ember dan alat pengaduk. Setelah alat dan bahan siap, maka Anda bisa memulai proses pembuatan.

  1. Pembuatan

Untuk membuat nutrisi hidroponik, Anda perlu mengisi 3 gelas plastic dengan masing-masing 100 ml air. Kemudian, larutkan pupuk yang telah dipersiapkan pada gelas yang berbeda. Aduk hingga rata agar pupuk larut dengan sempurna. Setelah tercampur rata, tuangkan gelas pada ember kemudian tambahkan sisa air yang telah disiapkan. Aduk hingga merata. Nutrisi siap untuk digunakan.

Anda juga dapat menyesuaikan kadar pupuk sesuai kebutuhan. Untuk tanaman cabe, Anda bisa menambahkan pupuk urea sebanyak 10 gram. Untuk tanaman sayuran lain, Anda juga bisa menambahkan urea sebanyak 15 gram. Apabila tanaman sedang dalam pembuahan, kurangi urea dan tambahkan NPK untuk menunjang pembungaan dan pembuahan.

Media Tanam Hidroponik

Telah jelas bahwa hidroponik tidak menggunakan tanah sama sekali. Sebagai gantinya, teknik ini menggunakan berbagai media lain sebagai tempat untuk menempel dan tumbuhnya akar, yang biasa disebut sebagai media tanam hidroponik. Beberapa jenis media tanam yang bisa Anda gunakan untuk bercocok tanam dengan teknik hidroponik antara lain:

  1. Arang sekam

Media ini juga biasa digunakan sebagai campuran pada penanaman konvensional dengan tanah. Untuk penggunaan arang sekam pada teknik hidroponik, arang sekam berfungsi sebagai media utama. Media yang satu ini dikenal mampu memberikan hasil tanaman yang terbaik untuk berbagai jenis sayuran. Terlebih lagi, Anda juga bisa menggunakan arang sekam untuk pembibitan.

  1. Spons

Media ini memiliki rongga yang cukup banyak sehingga mampu menampung air dalam jumlah yang cukup. Spons yang bisa digunakan merupakan spons biasa seperti yang Anda temukan di dapur sebagai alat untuk mencuci piring. Spons juga terbukti mampu menjadi media yang baik untuk tempat tumbuhnya tanaman. Tidak heran, proses pembibitan juga bisa dilakukan dengan media ini.

  1. Clay

Clay atau biasa dikenal sebagai tanah liat merupakan media pilihan untuk penanaman hidroponik. Jenis tanah liat yang digunakan bukan tanah liat biasa, melainkan tanah liat yang telah diberikan kandungan mineral sehingga mampu mencukupi kebutuhan tanaman.

  1. Serabut kelapa

Media ini juga sudah sangat dikenal di masyarakat kita. Sabut kelapa telah lama digunakan sebagai media untuk menanam anggrek dan berbagai tanaman lain. Teknik hidroponik ternyata juga dapat dilakukan menggunakan serabut kelapa. Anda hanya perlu menempatkan serabut tersebut di sebuah wadah untuk membantu menampung tanaman.

Cara Menanam Hidroponik

Setelah mengetahui tentang media untuk penanaman hidroponik, kini saatnya Anda mengetahui tentang cara untuk menanam hidroponik. Secara garis besar, menanam hidroponik sangat mudah apalagi jika Anda telah memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan. Berikut langkah untuk membudidayakan tanaman dengan hidroponik, khususnya dengan teknik NFT.

  1. Persiapan pipa

Pada tahap persiapan, Anda perlu menyediakan beberapa pipa dan pompa. Anda akan membuat tatakan untuk meletakkan tanaman hidroponik sehingga terlihat lebih rapi dan tentunya fungsional. Setelah siap, lubangi pipa dengan jumlah lubang yang disesuaikan dengan panjangnya. Berikan jarak yang cukup.

  1. Penyusunan

Setelah melubangi pipa, susun pipa tersebut menjadi tatakan untuk tanaman. Anda perlu menyiapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.

  1. Pemasangan pompa

Jika pipa telah selesai, Anda bisa mulai memasang pompa. Pemasangan pompa bertujuan untuk mengalirkan nutrisi secara maksimal pada tiap tanaman. Dengan cara ini, tanaman memiliki sirkulasi udara, air dan nutrisi secara baik.

Jenis Tanaman Hidroponik

Perlu Anda ketahui bahwa penanaman hidroponik tidak dimaksudkan untuk segala jenis tanaman. Hidroponik hanya biasa digunakan untuk membudidayakan tanaman sayur dan beberapa jenis buah. Berikut adalah tanaman yang masuk dalam kategori jenis tanaman hidroponik:

  1. Selada

Tanaman yang satu ini sangat umum dibudidayakan dengan hidroponik. Selada dapat tumbuh dengan subur hanya dengan menggunakan media pengganti dan air nutrisi. Selada dipilih karena perawatannya yang cukup mudah dan tidak rumit. Selain itu, selada juga dapat tumbuh dengan cepat. Hanya dalam waktu 2 minggu, bibit selada bisa mengeluarkan beberapa daun.

  1. Timun

Tanaman lain yang biasa digunakan dengan hidroponik adalah timun. Sedikit berbeda dengan selada, timun membutuhkan perawatan yang cukup ekstra mengingat tanaman ini bisa tumbuh menjalar serta mengeluarkan buah yang besar. Ketika tanaman mulai menjalar, Anda perlu memberikan lahan yang cukup luas sehingga tanaman bisa tumbuh baik serta berbuah besar.

  1. Tomat

Hidroponik tomat juga sering di jumpai di sekitar kita. Penanaman tomat secara hidroponik pun membutuhkan perawatan ekstra karena tanaman ini bisa tumbuh besar dan berbuah banyak. Untuk hasil yang maksimal, Anda perlu menyiapkan lahan yang cukup luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *