Mengenal Lebih Dekat dengan Sayuran Kangkung

3 min read

sayuran kangkung

Siapa tak kenal dengan kangkung? Sayuran hijau yang satu ini sangat mudah ditemui di Indonesia. Sayur yang tumbuh di daerah tropis ini dapat diolah menjadi menu yang lezat dan menggugah selera, apalagi jika dipadukan dengan seporsi nasi hangat. Tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang menyukainya. Selain harga yang murah, cara memasaknya juga sangat mudah dan cepat.

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia mengenal dua jenis kangkung yaitu darat dan air. Yang membedakan keduanya hanyalah habitat tempat tinggal. Untuk jenis darat, sayur tersebut bisa ditanam layaknya sayuran pada umumnya. Sementara itu, jenis air membutuhkan lebih banyak air bahkan beberapa tumbuh dengan sendirinya di kolam. Terkait kandungan gizi, keduanya mempunyai kandungan yang sama.

Pengertian Kangkung

Meskipun Anda sudah sangat familiar dengan sayur yang satu ini, apakah Anda tahu pengertian dari kangkung? Menurut pengertiannya, tanaman yang mempunyai nama latin Ipomea aquatica atau Ipomea reptans merupakan tanaman yang digolongkan ke dalam jenis sayur dan ditanam sebagai makanan. Dengan demikian, bisa dipahami bahwa tanaman yang satu ini memang dapat dikonsumsi oleh manusia.

Sayur yang juga disebut sebagai water spinach ini sebenarnya berasal dari India. Water spinach tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya seperti Burma, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Sayur ini dapat tumbuh dengan cepat sehingga tidak membutuhkan banyak perawatan untuk membudidayakannya. Hanya dalam waktu 4 hingga 6 minggu, tanaman sudah siap untuk dipanen.

Setelah melalui proses panen, sayur hijau tersebut dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Proses pengolahannya sendiri cukup beragam, mulai dari sayur asam, tumisan, hingga dikonsumsi secara mentah tanpa diolah. Bagian yang dikonsumsi adalah batang muda serta daun yang segar sehingga menghasilkan cita rasa renyah ketika digigit.

Habitat kangkung cukup beragam, mulai dari pekarangan, sawah, hingga kolam baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Tanpa membutuhkan perawatan yang intensif, tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat. Bahkan Anda mungkin menemukan beberapa jenis yang tumbuh dengan liar di area persawahan maupun kolam.

Manfaat dan Bahaya Kangkung

Sebagai salah satu bahan makanan, sayur yang juga disebut sebagai bayam air tidak hanya sedap untuk dinikmati. Ternyata sayur ini juga mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan. Bayam air diketahui mempunyai kandungan vitamin A dan C yang sangat tinggi. Bahkan sayur seberat 56 gram mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan vitamin A harian dan 51 persen kebutuhan vitamin C.

Ditambah lagi, sayur ini juga kaya akan kandungan mineral yang penting untuk tubuh seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi. Kalori yang terkandung dalam secangkir sayur mentah hanyalah sekitar 11 kalori saja. Hal ini membuat bayam air menjadi pilihan menu yang tepat untuk Anda yang sedang menjalani diet.

Dengan kandungan nutrisi yang tinggi, apa saja manfaat kangkung untuk kesehatan? Jika rutin mengonsumsi, Anda bisa mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  1. Anti peradangan

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2010, sayur bayam air mempunyai senyawa anti radang sehingga bisa digunakan untuk mengurangi peradangan. Sayur ini cukup ampuh digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan bengkak yang disebabkan oleh radang.

Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa sayur ini cukup efektif untuk melawan peradangan yang disebabkan oleh bakteri bacillus subtilis dan staphylococcus aureus. Kedua bakteri tersebut merupakan penyebab bintitan, keracunan, hingga MRSA.

  1. Menjaga kesehatan mata

Mengingat kandungan vitamin A dalam kangkung sangat tinggi, maka tidak heran jika sayur ini mampu menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A tersebut berfungsi melindungi lapisan mata dan kornea dari infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Vitamin A juga mampu meningkatkan produksi cairan pada mata sehingga mencegah mata kering.

  1. Mencegah dehidrasi

Sayur yang satu ini mempunyai kandungan mineral dalam jumlah cukup banyak. Tingginya kandungan mineral tersebut berperan penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hal ini dikarenakan beberapa jenis mineral seperti natrium dan kalium berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Meskipun menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, bukan berarti bayam air tidak mempunyai dampak buruk. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sayur ini mempunyai potensi untuk menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Cara konsumsi yang tidak tepat juga sangat berpotensi menimbulkan masalah untuk kesehatan Anda.

Anda yang gemar mengonsumsi sayur secara mentah, sangat tidak disarankan untuk memilih kangkung air sebagai lalapan. Meskipun sudah melalui proses pencucian, bukan berarti sayuran tersebut terbebas dari bakteri dan hewan-hewan mikro lainnya. Bahkan pada beberapa kasus, lintah kecil dan telurnya berpotensi termakan apabila Anda tidak teliti.

Lebih jauh lagi, ada berbagai bahaya yang mungkin mengintai Anda apabila terlalu sering mengonsumsi bayam air ini. Beberapa potensi gangguan kesehatan yang mungkin muncul antara lain:

  1. Asam urat

Sayur ini termasuk ke dalam daftar makanan yang tidak boleh dimakan oleh penderita asam urat. Hal ini dikarenakan adanya kandungan purin dalam sayur sehingga memperburuk kondisi penderita. Anda yang tidak mempunyai riwayat asam urat juga tidak disarankan untuk mengonsumsi secara berlebihan karena bisa saja Anda terserang asam urat akibat konsumsi berlebihan.

  1. Alergi

Jika Anda merasa gatal atau pusing setelah mengonsumsi sayur ini, bisa jadi Anda mempunyai alergi. Bayam air mengandung zat magnesium sehingga berpotensi memicu alergi pada orang-orang tertentu. Gejala yang mungkin timbul antara lain gatal-gatal, pusing, hingga munculnya ruam merah pada kulit.

Kangkung Hidroponik

Berbicara mengenai metode penanaman bayam air, ada berbagai metode yang bisa Anda praktekkan. Salah satunya adalah metode hidroponik. Menanam sayur tanpa tanah terbukti mampu menghasilkan sayuran yang berkualitas daripada sayur yang ditanam pada media tanah. Selain itu, kangkung juga tidak membutuhkan perawatan yang intensif sehingga tidak menguras banyak waktu.

Dalam metode hidroponik, langkah-langkah yang perlu Anda lakukan antara lain pembibitan dengan mempersiapkan media dan bibit berkualitas, penyemaian, pemberian nutrisi, serta perawatan. Tanaman dapat dipanen setelah memasuki usia 4 hingga 6 minggu.

Cara Menanam Kangkung

Anda yang berminat untuk budidaya kangkung tidak perlu khawatir. Cara penanaman yang sangat mudah serta tanaman yang cukup tahan segala kondisi membuat sayur hijau ini mampu bertahan hingga masa panen. Untuk memulai proses penanaman, Anda perlu mempersiapkan lahan dan memilih biji yang berkualitas untuk mendapatkan bibit yang berkualitas pula.

Pada tahap penyemaian, Anda bisa menggunakan baskom yang telah diberi media tanah gembur atau menyemaikkan langsung di tanah. Untuk cara kedua, Anda bisa melakukan penyulaman apabila ada benih yang gagal tumbuh atau mati. Namun, cara ini dipandang lebih praktis karena tidak memerlukan pemindahan.

Setelah penanaman, Anda hanya perlu melakukan perawatan. Semprot pupuk dan pestisida apabila diperlukan. Setelah berumur 1 bulan, kangkung siap untuk dipanen. Setelah mengetahui manfaat, bahaya, serta cara penanaman bayam air, Anda bisa mengenal lebih dekat tentang sayur yang satu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *