Pengertian Hidroponik dan Berbagai Hal Menarik Tentang Hidroponik

3 min read

Hidroponik sudah lama dikenal sebagai salah satu cara budidaya tanaman. Cara ini terbukti efektif untuk mendorong produktivitas tanaman serta dapat dilakukan hampir di berbagai tempat. Anda yang memiliki lahan sempit tidak perlu khawatir karena hidroponik mampu mengakomodasi tanaman dalam jumlah yang banyak tanpa menggunakan lahan yang luas.

Pengertian Tanaman Hidroponik

Berbicara mengenai pengertian hidroponik, secara bahasa istilah ini diambil dari Bahasa Yunani yaitu hydro dan ponos yang berarti air dan daya. Pengertian dari dua istilah tersebut adalah budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah. Sebenarnya teknik ini telah lama diteliti, yaitu sejak tahun 1672. Meskipun demikian, hidroponik baru diperkenalkan jauh setelah itu.

Budidaya tanaman dengan metode ini menjadi terobosan besar mengingat lahan yang tersedia semakin sempit. Singkatnya, hidroponik merupakan solusi untuk menjaga stabilitas bahan pangan sehingga tidak terjadi kelaparan yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan. Meskipun hanya mampu mengakomodasi jenis tanaman tertentu, namun hidroponik mampu memberikan kontribusi besar dalam hal ini.

Karena tidak menggunakan media tanah sama sekali, hidroponik mengandalkan unsur tambahan sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Beberapa unsur yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik antara lain natrium, phosphor, kalium, sulfur, mangan, seng, dan bebereapa unsur lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur tersebut, maka tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan maksimal.

Hidroponik membutuhkan media sebagai pengganti tanah. Media ini berfungsi untuk menopang akar tanaman sehingga dapat tumbuh dengan baik. Beberapa jenis media yang biasa digunakan antara lain arang sekam, serabut kelapa, spons, hingga tanah liat yang telah diproses. Media tersebut bisa didapatkan dengan mudah karena banyak tersedia di sekitar Anda.

Selain media, hidroponik juga membutuhkan wadah untuk menempatkan tanaman tersebut. Pipa dan talang biasa digunakan sebagai tatakan hidroponik karena banyak tersedia dan cukup terjangkau. Selain itu, pipa dan talang juga mudah untuk dimanfaatkan sebagai tempat hidroponik. Bentuknya yang memanjang mampu menampung banyak tanaman dalam satu tempat.

Sejarah Hidroponik

Telah disebutkan bahwa penelitian tentang hidroponik telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa bercocok tanam dengan teknik ini telah dicontohkan oleh taman gantung di Babilonia serta taman terapung yang ditemukan di Cina. Hal ini cukup mengejutkan karena ternyata manusia terdahulu telah menemukan cara sedemikian rupa untuk bercocok tanam.

Bercocok tanam tanpa tanah sendiri ternyata telah mengalami perkembangan. Pada awalnya bercocok tanam menggunakan nutrient sebagai media tanam dikenal dengan istilah nutri culture. Dalam perkembangannya, muncul berbagai istilah lain seperti solution culture, water culture serta gravel bed culture. Nama-nama ini disesuaikan dengan media tanam yang digunakan.

Istilah hidroponik sendiri baru muncul pada tahun 1936 yang dipopulerkan oleh Dr. WF. Gericke, agronomis dari sebuah universitas di California. Gericke menggunakan tanaman tomat sebagai bahan uji coba. Tanaman tersebut ditanam dalam sebuah bak berisi mineral. Percobaan ini sukses karena tanaman tomat bisa tumbuh hingga mencapai 3 meter dengan buah yang sangat banyak.

Sejak saat itu, hidroponik digunakan sebagai istilah yang mengacu pada segala kegiatan bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media. Karena penemuan yang luar biasa, Gericke berhasil menjadi sosok yang sangat terkenal pada abad 20. Sejak saat itu pula hidroponik mulai dikenalkan kepada masyarakat luas, bukan lagi sekedar bahan uji coba di laboratorium.

Hingga saat ini, teknik hidroponik memiliki begitu banyak penggemar. Tentunya hal ini tidak dapat dipisahkan dari sisi praktis yang ditawarkan oleh hidroponik. Berbagai negara seperti Bahrain dan Irak pun menerapkan sistem bercocok tanam hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Kesukseskan dan popularitas hidroponik tentunya tidak dapat dipisahkan dari kelebihan yang dimiliki. Dengan mengetahui pengertian hidroponik, tentunya Anda bisa menebak berbagai kelebihan yang ditawarkan. Namun, ternyata metode bercocok tanam ini juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh hidroponik.

Kelebihan:

  1. Hemat lahan

Sudah cukup jelas bahwa hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas karena tidak memerlukan tanah sebagai media tanam. Penggunan lahan yang lebih efisien ini sangat bermanfaat untuk zaman sekarang, di mana banyak lahan telah beralih fungsi. Hidroponik mampu mencukupi kebutuhan pangan meskipun dengan lahan yang sempit berkat tatakan yang bisa dibuat bertingkat sehingga tidak memakan tempat.

  1. Tanaman lebih berkualitas

Tanaman yang ditanam secara hidroponik terbukti memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena tanaman tersebut cenderung lebih mudah untuk dikontrol jika dibandingkan dengan penanaman menggunakan media tanah. Secara kuantitas, tanaman hidroponik juga lebih banyak karena dapat dibuat secara bertingkat-tingkat.

  1. Tanaman lebih bersih

Hidroponik menggunakan media lain seperti spons, sabut kelapa dan media lain. Media-media tersebut terbilang lebih bersih jika dibandingkan dengan tanah. Tidak diragukan lagi jika tanaman yang dihasilkan dari hidroponik pun menjadi lebih bersih. Hal ini sangat menguntungkan apabila Anda bercocok tanam secara hidroponik untuk keperluan komersial karena pembeli lebih menyukai tanaman yang bersih.

  1. Penggunaan air dan pupuk lebih efisien

Ketika menanam di tanah, pupuk yang Anda berikan pada tanaman memiliki kemungkinan untuk “lari” dan meresap jauh hingga ke dalam tanah. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda menggunakan metode hidroponik. Alhasill, pupuk yang digunakan lebih efisien jika dibandingkan dengan penanaman secara langsung di tanah. Selain pupuk, penggunaan air juga lebih efisien karena media mampu menampung air lebih banyak.

  1. Terkendali dari hama

Bercocok tanam secara hidroponik memungkinkan Anda untuk mengendalikan populasi hama dengan lebih mudah. Secara teknis tanaman hidroponik lebih mudah dipantau daripada tanaman konvensional. Dengan kontrol dan pemeriksaan rutin, Anda bisa memastikan tanaman bebas dari hama serta penyakit yang biasa menyerang.

Kekurangan:

  1. Butuh modal besar

Apabila Anda tertarik untuk melakukan budidaya tanaman hidroponik, Anda perlu menyiapkan modal yang lumayan besar. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi sebagian orang untuk melakukan budidaya hidroponik. Modal tersebut biasa digunakan untuk pembelian berbagai macam alat dan bahan seperti pipa, pompa, media tanam serta wadah.

Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik juga terbilang mahal. Apalagi jika Anda tidak bisa meramu nutrisi tersebut, maka Anda harus membeli nutrisi yang tersedia di toko pertanian. Kekurangan ini juga membuat petani berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk beralih ke penanaman secara hidroponik.

  1. Tanaman sulit beradaptasi

Salah satu kendala untuk melakukan hidroponik adalah kemungkinan tanaman yang cenderung sulit untuk beradaptasi dengan media. Pada teknik hidroponik subtrat, digunakan beberapa jenis media padat seperti spons dan arang sekam untuk menyediakan nutrisi. Meskipun demikian, kapastias media tersebut tidak sebaik tanah sehingga tanaman bisa mengalami stress.

Dalam kondisi ini, tanaman bisa mengalami pelayuan. Apabila tidak ditangani, tentu saja hal ini menyebabkan kegagalan dalam bercocok tanam hidroponik. Meskipun demikian, teknik subtrat merupakan teknik yang pertama kali berkembang di Indonesia yang kemudian disusul oleh NFT dan aeroponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *