Pengertian dan Jenis Kangkung

3 min read

Kangkung merupakan salah satu sayuran hijau yang dapat ditemukan dengan mudah di wilayah Indonesia. Meskipun demikian, kangkung bukanlah sayuran asli Indonesia karena faktanya kangkung berasal dari India. Karena sayuran ini dapat tumbuh dengan mudah, tidak heran jika kangkung bisa menyebar dengan cepat ke berbagai wilayah lain di Asia, bahkan Australia dan Afrika.

Sayur yang juga disebut sebagai bayam air ini tidak hanya nikmat untuk dikonsumsi tetapi juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kangkung mengandung vitamin A dan vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, sayuran hijau ini juga memiliki kandungan mineral yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pengertian Kangkung Menurut Para Ahli

Berbicara mengenai pengertian kangkung, apakah Anda tahu arti dari kangkung? Secara umum, kangkung merupakan tanaman sejenis sayuran yang tumbuh di darat dan air dan dapat dikonsumsi. Sayur ini mempunyai bentuk yang khas dengan batang hijau berongga serta bentuk daun yang memanjang.Lalu, apa kata para ahli mengenai sayuran yang satu ini?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan kangkung adalah tumbuhan sayuran yang menjalar, batangnya berair, daunnya berbentuk tameng dan meruncing pada bagian ujungnya, bertangkai panjang dengan permukaan daun sebelah atas berwarna hijau yang lebih tua daripada permukaan sebelah bawah.

Selain definisi kangkung, para ahli juga menyatakan bahwa sayuran yang satu ini mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Kangkung, selain rasanya lezat, juga mengandung vitamin A, B,dan C, asam amino, fosfor, zat besi, sitosterol, dan karoten (Perdana, 2009).

Terdapat pendapat lain mengenai kandungan gizi yang dimiliki oleh sayur hijau ini.Menurut Syamsu hidayat dan Hutapea (1991), kangkung juga mengandung flavonoid, saponin, serta poliferol. Dari beberapa pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa kangkung merupakan sayuran dengan ciri-ciri khusus yang memiliki berbagai kandungan nutrisi sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Ciri-ciri Kangkung

Sebagai jenis sayuran yang banyak ditemukan di Indonesia, kangkung mempunyai ciri khas sehingga membuatnya bisa dikenali dengan mudah. Sebagaimana telah disebutkan dalam pengertian kangkung menurut KBBI, kangkung mempunyai batang berongga dengan daun runcing serta tangkai panjang. Warna daun kangkung juga berbeda pada bagian atas dan bawahnya.

Adakah ciri-ciri lain dari tanaman kangkung? Pada dasarnya kangkung air dan darat mempunyai ciri-ciri yang hampir sama, meskipun ada pula beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Berikut ini morfologi kangkung darat dan kangkung air yang perlu Anda ketahui sehingga bisa mengenalinya dengan mudah.

  • Morfologi batang

Baik kangkung darat dan kangkung air mempunyai morfologi batang yang cukup unik,yaitu berongga. Namun, batang kangkung darat cenderung berwarna putih kehijauan serta mempunyai ruas yang lebih besar. Sementara itu, kangkung darat mempunyai batang berwarna lebih hijau serta ukuran batang yang tidak terlalu besar.Ruas-ruas yang dimiliki kangkung air juga tidak terlalu besar.

  • Morfologi daun

Ciri khas tanaman kangkung yang selanjutnya adalah bentuk daun yang panjang dan meruncing pada bagian ujungnya. Terlihat pula tulang-tulang daun yang tebal pada bagian tengah dan tulang halus pada bagian tepi-tepinya.

Kangkung darat mempunyai daun yang sedikit lebih kecil daripada kangkung air. Belum diketahui apakah ukuran daun dipengaruhi oleh kandungan air yang diperoleh atau tidak. Selain itu, kangkung darat juga mempunyai warna daun hijau tua,sedangkan kangkung air mempunyai warna daun yang terlihat lebih pucat namun berukuran besar.

  • Morfologi biji

Kangkung merupakan jenis tanaman yang memproduksi bunga dan biji untuk berkembang biak secara generatif. Biji kangkung berwarna coklat tua dengan bentuk menyerupai seperempat lingkaran. Untuk budidaya, biji yang berkualitas akan disemai kemudian dipindah pada media yang telah disiapkan.

Kangkung darat diketahui mempunyai biji dengan ukuran yang lebih besar dan lebih banyak daripada kangkung air. Meskipun kangkung air juga mengeluarkan biji, namun kebanyakan petani tidak menggunakannya untuk pembibitan. Hal inilah yang menyebabkan kangkung darat lebih mudah dibudidayakan menggunakan biji,sementara kangkung air dibudidayakan dengan cara stek batang.

  • Morfologi akar

Kangkung merupakan tanaman dengan akar tunggang yang mempunyai akar-akar kecil disekitarnya. Akar tersebut mampu tumbuh hingga kedalaman 100 cm di bawah tanah.Bahkan untuk kangkung air, pertumbuhan akar bisa mencapai 150 cm bahkan lebih.

Jenis-Jenis Kangkung

Dilihat dari habitatnya, terdapat dua jenis kangkung yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung darat mempunyai habitat di darat dan menggunakan tanah sebagai media tanam. Namun kangkung darat bisa juga ditanam tanpa tanah, yaitu menggunakan metode hidroponik. Sementara itu, kangkung air secara alami hidup di permukaan air dan tidak bisa ditanam di tanah.

kangkung darat bisa ditemukan dengan mudah di perkebunan, sedangkan kangkung air bisa tumbuh sangat subuh di area persawahan. Hal ini dikarenakan kangkung memang jenis tanaman yang mudah hidup dan tahan segala kondisi sehingga tidak mudah mati. Oleh karena itu, kangkung juga sangat mungkin untuk dibudidayakan demi nilai praktis dan ekonomis.

Karena mempunyai habitat yang berbeda, kangkung darat dan air juga memerlukan cara penanaman yang berbeda pula. Langkah penanaman kangkung darat dimulai dari pemilihan biji berkualitas, penyemaian, persiapan lahan, pemindahan bibit, penyulaman, perawatan, hingga masa panen.

Lain halnya dengan kangkung air, sayuran yang satu ini mempunyai langkah penanaman yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kangkung darat. Untuk mendapatkan bibit kangkung air, Anda tidak bisa menggunakan biji. Biasanya pembibitan dilakukan dengan cara stek batang. Anda bisa mendapatkan bibit berukuran 20 hingga 30 cm di toko pertanian.

Untuk kangkung air, Anda harus memastikan lahan yang digunakan mempunyai banyak air.Genangan air yang dibutuhkan minimal 6 cm sebelum dilakukan penanaman. Untuk perawatan, Anda perlu membersihkan rumput-rumput di sekitar tanaman kangkung.Berbeda dengan kangkung darat, kangkung air lebih cepat memasuki masa panen,yaitu sekitar 11 hari saja sejak masa penanaman.

Ketika memanen, Anda perlu menyisakan batang pohon sekitar 2 atau 3 cm agar tanaman bisa tumbuh kembali. Dengan demikian, Anda hanya perlu melakukan satu kali tanam untuk beberapa kali masa panen. Saat memanen, pastikan Anda membersihkan tanaman dengan baik agar kotoran atau hewan yang menempel bisa hilang.

Kini Anda telah mengetahui banyak tentang kangkung, mulai dari pengertian kangkung, ciri-ciri yang dimiliki,hingga jenis-jenis kangkung. Sebagai salah satu sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari, ada baiknya Anda mengenal lebih dekat tentang jenis sayur hijau yang satu ini.Anda yang ingin mengonsumsi sayuran yang bergizi, pastikan untuk menambahkan kangkung dalam menu sebagai selingan. Berbagai kandungan nutrisi yang dimiliki berkhasiat untuk kesehatan. Namun jangan mengonsumsi secara berlebihan karena justru bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *