Media Tanam Hidroponik: Pegiat Hidroponik Wajib Tahu

4 min read

Berbicara mengenai hidroponik memang tidak ada habisnya. Teknik bercocok tanam yang satu ini memang memiliki sejuta hal yang selalu menarik untuk dibahas. Hidroponik yang telah lama dikenal sejak jaman dahulu nyatanya telah mampu membawa pengaruh besar dalam dunia pertanian. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari keunikan hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.

Menurut catatan sejarah, teknik bertanam secara hidroponik sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu berkat beberapa penemuan seperti taman gantung di Babilonia serta taman air di Cina. Teknik ini terus dikembangkan hingga pada akhirnya dipublikasikan secara luas dengan nama hidroponik yang mengacu pada teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Lalu apakah media tanam hidroponik itu?

Apa Itu Media Tanam Hidroponik

Pada dasarnya media tanam untuk hidroponik adalah segala jenis bahan yang bisa digunakan sebagai media untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Akar tanaman tidak dapat dipisahkan dari media yang digunakan sebagai tempat untuk menempel akar dan menyerap nutrisi. Oleh karena itu, media pengganti harus mampu untuk menggantikan fungsi tanah.

Seiring perkembangannya, media tanam juga mengalami perubahan. Secara prinsip hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang menggunakan berbagai media kecuali tanah. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan hampir semua media yang mendukung untuk budidaya tanaman hidroponik.

Meskipun demikian, tidak semua hal bisa dijadikan media untuk hidroponik. Media tersebut harus mampu memenuhi beberapa persyaratan seperti:

  1. Mampu menyerap air

Prinsip pertama untuk media hidroponik adalah kemampuan media menyerap air. Hal ini merupakan aspek penting dalam pemilihan media. Dengan kemampuannya menyerap serta menyimpan air, media mampu menyediakan air yang cukup untuk tanaman. Selain itu, media tersebut juga mampu menyimpan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

  1. Sirkulasi udara baik

Syarat lain yang dibutuhkan oleh media tanam yang baik adalah sirkulasi udara yang baik. Prinsip hidroponik adalah memberikan kebutuhan berupa air, oksigen dan nutrisi dalam jumlah yang cukup. Media hidroponik idealnya memiliki rongga yang mampu menyimpan oksigen untuk kebutuhan tanaman.

  1. Murah

Syarat lain yang perlu untuk diperhatikan adalah harga. Budidaya tanaman secara hidroponik biasanya dilakukan dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, memperhatikan harga media merupakan sesuatu yang penting sebagai pertimbangan untuk faktor ekonomis.

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik

Berbagai macam media tanam untuk hidroponik dapat Anda temukan di toko-toko tanaman terdekat. Beberapa media dijual dengan harga yang cukup terjangkau seperti arang sekam, sabut kelapa dan pasir. Namun, ada jenis media lain yang dijual dengan harga yang mahal seperti hydrogel dan vermiculite. Jika Anda ingin menghemat pengeluaran, tentu saja Anda bisa membuat media tanam sendiri.

Pembuatan media untuk hidroponik cukup mudah. Anda hanya perlu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Perhatikan cara berikut ini untuk membuat media tanam.

  1. Persiapan alat

Pertama, Anda perlu mempersiapkan alat yang akan digunakan untuk pembuatan media. Alat yang digunakan antara lain botol air mineral, gelas plastik, kain sumbu, jerigen plastik, nutrisi hidroponik dan media tanam pilihan seperti arang sekam, pecahan batu-bata, arang, kerikil dan lainnya sesuai dengan selera dan kebutuhan tanaman.

  1. Pembuatan

Setelah mempersiapkan alat, berikut ini adalah langkah untuk membuat media tanam:

  • Potong botol menjadi 2 bagian atas dan bawah.
  • Lubangi bagian leher botol. Lubang ini digunakan untuk sirkulasi udara serta pemasangan sumbu.
  • Pasang sumbu pada bagian bawah botol.
  • Dengan posisi terbalik, masukkan bagian atas botol ke bagian bawah.
  • Masukkan media tanam yang Anda inginkan pada bagian atas botol.
  • Taburkan biji tanaman yang diinginkan ke dalam media tanam.
  • Siram dengan air nutrisi untuk pertumbuhan.

Untuk menjaga pertumbuhan bibit, pastikan Anda menyimpan media tersebut di tempat yang tidak terkena hujan namun mendapat cahaya matahari yang cukup. Apabila Anda ingin membuat media tanam hidroponik menggunakan bahan paralon, berikut adalah cara yang perlu Anda lakukan:

  1. Persiapan

Bahan dan alat yang perlu dipersiapkan untuk membuat media tanam paralon adalah pipa paralon. Sedangkan media tanam yang biasa digunakan untuk teknik yang satu ini berupa rockwool.

  1. Pembuatan

Bentuk pipa paralon sesuai dengan keinginan. Sesuaikan jumlah lubang dengan panjang pipa. Setelah tatakan paralon siap, Anda bisa memulai pembibitan menggunakan rockwool.

  • Tempatkan rockwool pada wadah plastic untuk mempermudah peletakan pada paralon.
  • Letakkan bibit atau biji tanaman pada media rockwool. Anda dapat membenamkan benih sedalam 2 hingga 5 mm ke dalam media.
  • Basahi media dengan melakukan penyiraman menggunakan air bersih.
  • Tutupi dengan plastic agar media tetap lembab.
  • Dalam 3 hingga 5 hari, biji akan berkecambah. Sirami media dengan air nutrisi, pastikan air menyentuh bagian bawah media tanam.
  • Jaga kelembaban media dan pastikan tanaman hidroponik diletakkan di tempat yang tidak terkena hujan.

Macam-Macam Media Tanam Hidroponik

Berbicara mengenai media tanam yang cocok untuk hidroponik, ada berbagai pilihan yang tersedia. Anda bisa memilih media sesuai dengan selera ataupun berdasarkan karakter tanaman. Untuk pembibitan awal, penggunaan media berupa spons atau rockwool cukup sesuai untuk tanaman. Namun untuk tanaman dengan ukuran yang relatif besar, Anda dapat menggunakan arang sekam atau pasir.

Berikut ini adalah beragam pilihan media yang bisa Anda gunakan untuk bercocok tanam secara hidroponik:

  1. Arang sekam

Media yang satu ini bisa dibilang sebagai media yang paling populer di kalangan masyarakat. Harganya yang sangat terjangkau dan mudah untuk didapatkan membuat pegiat hidroponik memilih media arang sekam. Terlebih lagi, media ini juga memiliki bermacam komponen seperti protein kasar, karbon, oksigen, hydrogen, karbohidrat dan berbagai komponen lain yang baik untuk tanaman.

Karena telah melalui proses pembakaran, unsur yang merugikan untuk tanaman telah hilang. Oleh karena itu, Anda dapat langsung mengaplikasikan media ini. Tidak hanya itu, arang sekam juga dikenal sebagai media yang efisien untuk penanaman hidroponik. Bobotnya yang ringan membuat media ini dapat digunakan dengan mudah.

  1. Spons

Spons juga telah dikenal sebagai media yang baik untuk penanaman hidroponik. Bobotnya yang sangat ringan dan teksturnya yang berongga membuat media ini banyak dipilih untuk bercocok tanam. Meskipun ringan, Anda tidak perlu repot-repot untuk menambahkan pemberat karena spons akan menyerap air setelah disiram. Dengan demikian, spons akan menjadi lebih berat dengan sendirinya.

Keuntungan pemakaian spons sebagai media tanam adalah kemampuannya untuk menunjang pertumbuhan tanaman agar lebih optimal. Selain itu, spons juga efisien karena dapat digunakan berkali-kali. Tidak heran banyak orang yang memilih spons sebagai media tanam hidroponik.

  1. Rockwool

Rockwool merupakan media tanam yang terbuat dari kombinasi bebatuan yang telah dipanaskan sedemikian rupa sehingga membentuk serat dan rongga. Ditinjau dari segi harga, rockwool dijual dengan harga yang lebih mahal karena proses pembuatannya yang cukup sulit. Selain itu, media ini juga memiliki pH yang cukup tinggi bagi beberapa tanaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian.

Meskipun demikian, media ini juga terbilang favorit di kalangan petani hidroponik. Kelebihan yang dimiliki oleh rockwool antara lain kemampuannya untuk menyimpan udara dan air dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan media lainnya.

  1. Sabut kelapa

Media tanam yang cukup merakyat ini merupakan salah satu idola untuk penanaman hidroponik. Sabut yang diambil dari biji kelapa ini mampu menampung air dengan kadar yang cukup tinggi. Hal ini menjadi keunggulan dari sabut kelapa sehingga Anda tidak perlu menggunakan banyak air untuk penyiraman tanaman.

  1. Perlit

Jika Anda belum terlalu familiar dengan perlit, maka Anda perlu berkenalan dengan media tanam yang satu ini. Perlit merupakan salah satu jenis mineral yang memiliki bobot ringan dan biasa digunakan sebagai media hidroponik. Kelebihan dari perlit adalah kemampuannya untuk menyimpan nutrisi dalam jumlah yang tinggi. Perlit memiliki drainase yang baik sehingga akar tanaman tidak membusuk akibat terlalu banyak air.

  1. Batang pakis

Anda yang gemar menanam anggrek pasti sangat familiar dengan media yang satu ini. Batang pakis memang banyak digunakan untuk penanaman anggrek. Keunggulan yang dimiliki oleh media ini adalah kemampuannya untuk mengikat air di samping sistem drainase yang baik. Selain itu, batang pakis juga dapat ditemukan dengan mudah di berbagai toko tanaman.

  1. Hydrogel

Pilihan media hidroponik selanjutnya adalah hydrogel. Media yang satu ini sangat menarik karena biasanya tersedia dalam berbagai warna. Hydrogel sendiri merupakan media yang terbuat dari Kristal polimer berwarna. Media ini mampu menyerap air dan nutrisi dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun demikian, hydrogel dapat melepas nutrisi dan air sesuai kebutuhan tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *