Kangkung Hidroponik

3 min read

Kangkung yang dulu dikenal sebagai sayuran murah dan kurang berharga kini mulai dilirik para pebisnis. Pasalnya, tidak sedikit cerita inspiratif mengenai pebisnis yang sukses meraup omset hingga puluhan juta rupiah per bulan dengan menjalankan budidaya kangkung hidroponik. Apa sebenarnya bisnis kangkung yang satu ini dan apa perbedaannya dengan budidaya kangkung pada umumnya?

Teknik hidroponik sendiri merupakan teknik bercocok tanam tanpa tanah. Alih-alih menggunakan tanah sebagai media utama, hidroponik memanfaatkan bahan seperti sekam, pasir, air, dan bahan lainnya. Dengan teknik seperti ini, Anda tidak membutuhkan lahan yang luas untuk melakukan penanaman. Hal inilah yang membuat hidroponik sangat digemari, bahkan oleh mereka yang tinggal di area perkotaan.

Bisnis Kangkung Hidroponik

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat, jumlah konsumsi sayur tanpa pestisida juga semakin meningkat. Kangkung yang ditanam menggunakan teknik hidroponik juga mulai banyak dipilih karena tidak menggunakan pestisida selama penanamannya. Fenomena ini tentunya membuka peluang bisnis yang sangat lebar bagi para pegiat agribisnis.

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan jika Anda memulai budidaya kangkung menggunakan teknik hidroponik. Berikut ini beberapa faktor yang membuat kangkung hidroponik semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia:

  • Tidak membutuhkan lahan luas

Banyak pegiat agribisnis yang mengeluhkan soal permasalahan lahan. Memiliki tempat tinggal di tengah perkotaan tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin memulai budidaya tanaman. Dengan hadirnya teknik hidroponik, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan mudah. Anda tidak membutuhkan lahan yang luas karena hidroponik dapat ditempatkan hampir di mana saja.

Untuk menghemat lahan, Anda bisa membuat tatakan atau rak bersusun untuk menanam kangkung. Dengan demikian, jumlah produksi Anda akan semakin besar namun tidak membutuhkan perluasan lahan. Cara ini sangat efektif dan telah dipraktekkan oleh pegiat bisnis sehingga mereka bisa meraup omset ratusan juta rupiah.

  • Modal tidak terlalu besar

Jika Anda ingin memulai bisnis dengan modal kecil namun belum menemukan ide,budidaya kangkung secara hidroponik bisa menjadi solusi praktis. Untuk menjalankan budidaya tersebut Anda tidak perlu membutuhkan modal yang besar.Bibit kangkung bisa Anda peroleh dengan harga yang sangat murah. Media yang dibutuhkan juga dapat diperoleh secara mudah dengan harga terjangkau.

Untuk tempat penanaman, Anda bisa meletakkan bibit kangkung dalam polibag atau pipa berlubang. Maksimalkan lahan yang Anda miliki untuk mendapatkan untung yang lebih besar. Berbagai alat dan bahan tersebut membutuhkan modal yang tidak terlalu besar sehingga cocok untuk Anda yang baru belajar bisnis dalam dunia budidaya sayuran.

  • Perawatan mudah

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat mudah dalam hal perawatan.Tanaman tersebut tidak membutuhkan perhatian ekstra sehingga tidak menghabiskan waktu Anda. Setelah pembibitan dan pemindahan bibit, maka perawatan yang diperlukan hanyalah penyiraman atau pemupukan saja.

Tanaman sayur yang satu ini juga sangat tahan terhadap segala kondisi. Asalkan Anda rutin memperhatikan kelembaban tanah, maka tanaman akan tumbuh dengan sangat baik hingga masa panen tiba. Karena minimnya perawatan, Anda bisa menggunakan waktu untuk melakukan aktivitas lainnya.

  • Masa panen cepat

Bisa dikatakan bahwa kangkung merupakan sayuran hijau yang paling cepat dipanen.Tanpa menunggu lama, kangkung darat dapat dipanen setelah memasuki usia 30hari. Bahkan kangkung darat membutuhkan waktu yang lebih cepat yaitu sekitar 14hari saja. Cepatnya masa panen tentu saja membuat Anda semakin untung.

Harga Kangkung Hidroponik

Pernahkah Anda mengunjungi supermarket dan melihat-lihat harga sayuran hidroponik? Mungkin Anda terkejut menemukan label harga yang jauh lebih tinggi daripada sayuran biasa. Ya, inilah yang menjadi peluang bagi Anda untuk memulai bisnis hidroponik. Harga sayuran hidroponik memang dipatok dengan harga yang jauh lebih mahal daripada sayuran non hidroponik.

Untuk satu ikat kangkung hidroponik biasanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Sementara, biaya produksi seikat kangkung hanyalah sekitar Rp 8.000 saja. Bandingkan dengan seikat kangkung biasa yang dijual dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500. Tentu perbandingan harga yang sangat signifikan ini membuat bisnis hidroponik semakin menggiurkan.

Meskipun dibanderol dengan harga yang cukup mahal, nyatanya masih banyak masyarakat yang berminat untuk membeli sayur hidroponik tersebut. Hal ini bukan tanpa alasan. Sayuran yang ditanam secara hidroponik memang mempunyai kualitas yang lebih baik serta lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida.

Penanaman pada media dan tempat khusus membuat sayuran hidroponik tidak mudah terserang hama. Meskipun muncul hama pengganggu, Anda bisa mengendalikannya dengan mudah. Karena hal inilah, penggunaan pestisida dirasa tidak perlu untuk tanaman hidroponik.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Anda tertarik untuk memulai bisnis budidaya kangkung dengan tanaman hidroponik? Tentunya Anda perlu mempelajari cara menanam kangkung menggunakan teknik tersebut. Menanam kangkung secara hidroponik sangat mudah, tidak jauh berbeda dengan menanam secara konvensional. Langkah-langkah yang diperlukan meliputi persiapan, pembibitan, perawatan, dan panen.

Untuk Anda yang ingin belajar budidaya kangkung secara hidroponik, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

  1. Persiapan alat dan bahan

Untuk memulai penanaman, Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan. Karena menggunakan teknik hidroponik, Anda tidak perlu khawatir akan mengeluarkan dana yang besar untuk tahap ini. Cukup siapkan berbagai alat dan bahan sebagai berikut:

  • Benih kangkung berkualitas yang bisa Anda dapatkan di toko pertanian.
  • Pupuk hidroponik
  • Zat Pengatur Tumbuh
  • Wadah (baskom, besek, atau polibag)
  • Penyemaian

Setelah mempersiapkan alat dan bahan, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Pada tahap ini, Anda perlu terlebih dahulu memilih benih kangkung yang berkualitas agar menghasilkan kangkung berkualitas pula. Sebelum menyemai, siapkan wadah yang akan digunakan. Melakukan penyemaian langsung lebih mudah dan aman karena tidak perlu memindah tanaman.

Siapkan wadah berupa besek yang dimasukkan ke dalam baskom atau polibag kemudian isi dengan sekam atau pasir yang telah dicampur dengan kompos. Setelah siap, tanam benih-benih kangkung dengan kedalaman sekitar 1 cm saja. Jangan menempatkan terlalu banyak benih pada satu wadah. Dalam beberapa hari, benih kangkung akan tumbuh.

  • Pemberian nutrisi

Tanaman hidroponik membutuhkan nutrisi tambahan karena tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dari sekam dan pasir. Berikan nutrisi hidroponik dengan cara mencampurkan 5 ml nutrisi dengan 1 liter air. Aduk hingga rata, kemudian siramkan ke dalam baskom yang berisi besek. Air akan meresap ke dalam besek sehingga bisa diserap oleh akar tanaman.

  • Perawatan

Memasuki tahap perawatan, kangkung hanya membutuhkan asupan nutrisi rutin untuk pertumbuhannya. Dengan demikian, Anda tidak boleh melewatkan pemberian nutrisi hidroponik secara rutin.

  • Panen

Setelah berumur sekitar 30 hari, kangkung akan terlihat tinggi dan segar. Inilah waktu untuk memanen kangkung. Anda bisa mencabut dengan akarnya kemudian memanfaatkan kangkung untuk dijual atau dikonsumsi sendiri. Budidaya kangkung hidroponik sangatlah mudah. Selain cepat, Anda juga tidak membutuhkan dana yang besar untuk menjalankan bisnis tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *