Cara Menanam Kangkung

3 min read

Anda pernah mendengar cerita inspiratif mengenai pebisnis sukses yang mampu meraup penghasilan jutaan rupiah hanya dari budidaya kangkung? Anda pasti terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Budidaya kangkung memang tidak sulit, namun bukan berarti Anda bisa mempraktekkannya tanpa mempelajari cara menanam kangkung dengan tepat.

Mengapa harus mempelajari cara penanaman kangkung? Meskipun kangkung merupakan sayuran yang sangat mudah ditanam dan tidak membutuhkan perawatan khusus, Anda perlu tahu bagaimana cara untuk membudidayakan kangkung agar menghasilkan tanaman yang segar dan berkualitas. Dengan demikian, pembeli menjadi tertarik untuk membeli sayuran dari Anda.

Menanam kangkung sendiri tidak membutuhkan langkah yang rumit. Hanya dengan mempersiapkan alat dan bahan, melakukan penyemaian, memindahkan bibit, dan perawatan, tanaman siap untuk dipanen pada usia 1 bulan saja.

Penting untuk Anda ketahui, kangkung terdiri dari 2 jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kedua jenis kangkung membutuhkan cara penanaman dan perawatan yang berbeda. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari cara yang tepat agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Berikut ini cara-cara menaman kangkung dengan baik dan benar.

Cara Menanam Kangkung Darat

Kangkung darat merupakan jenis kangkung yang tumbuh di darat dan menggunakan tanah sebagai media tanam. Meskipun disebut sebagai kangkung darat, namun jenis tanaman yang satu ini bisa tubuh dengan baik di air atau media lainnya,terutama jika Anda menggunakan teknik hidroponik.

Kangkung darat sedikit perbedaan dengan kangkung air. Kangkung darat mempunyai bentuk daun yang lebih runcing dan panjang. Selain itu, batang yang dimiliki juga lebih kecil dan panjang jika dibandingkan dengan kangkung air. Perbedaan lain terletak pada warna bunga, yaitu berwarna putih.

Cara menanam kangkung darat cukup mudah. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menanam kangkung jenisdarat:

  • Pemilihan benih

Tahap pertama untuk menanam kangkung adalah mempersiapkan dan memilih benih atau biji. Biji yang berkualitas akan tenggelam apabila direndam. Biji juga bertekstur kuat dan tidak terdapat bekas gigitan serangga. Anda bisa mendapatkan biji kangkung di toko pertanian terdekat.

  • Penyemaian

Setelah mendapatkan biji berkualitas, tahap selanjutnya adalah penyemaian. Anda bisa menyemaikan biji di besek atau baskom. Siapkan media penyemaian menggunakan campuran tanah dan sekam, perhatikan kelembaban dan kandungan nutrisi. Tanam biji sekitar 1 cm kemudian tunggu beberapa hari hingga muncul kecambah. Biarkan hingga kangkung berusia sekitar 1 minggu sebelum dipindahkan.

Selain menyemaikan di wadah berbeda, Anda juga bisa menyemaikan biji langsung di lahan pertanian. Jika demikian, Anda perlu mempersiapkan lahan agar mempermudah biji kangkung untuk tumbuh.

  • Persiapan lahan

Untuk mempersiapkan lahan, cangkul tanah hingga gembur sambil sesekali membersihkan tanah dari akar tanaman atau benda-benda lainnya. Buat bedeng-bedeng agar kangkung darat tidak terendam oleh air, apalagi jika Anda menanam pada musim penghujan.

Setelah mendapatkan bedengan lahan, Anda perlu menaburkan pupuk berupa kompos pada permukaan tanah. Taburkan pupuk organik sekitar 3 atau 5 hari sebelum melakukan pembibitan di lahan atau memindah bibit yang telah disemaikan di tempat lain.

  • Penanaman

Musim penghujan merupakan waktu yang tepat untuk menanam kangkung. Tanam kangkung dengan jarak sekitar 15 hingga 20 cm untuk setiap lubang. Isi lubang dengan 3atau 5 bibit kangkung untuk mendapatkan hasil yang besar dan berkualitas. Lakukan penyiraman secara rutin. Apabila ada bibit kangkung yang gagal berkembang atau mati, Anda perlu melakukan penyulaman dengan bibit baru.

  • Perawatan

Setelah melakukan proses penanaman, Anda perlu merawat tanaman kangkung. Pemberian pupuk dapat dilakukan setelah tanaman berumur 10 hari. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman apabila tanah terlihat kering dan tidak turun hujan.Bentuk perawatan yang juga harus Anda lakukan adalah membersihkan rumput disekitar kangkung agar pertumbuhan sayuran tidak terganggu.

  • Panen

Tanaman kangkung Anda akan memasuki masa panen setelah berusia 30 hari atau lebih. Anda bisa memanen kangkung dengan cara mencabut dari akar. Atau, Anda juga bisa memotong pangkal batang agar tanaman bisa bersemi kembali. Dengan demikian,Anda bisa menghemat biaya produksi untuk masa tanam berikutnya.

Cara Menanam Kangkung Air

Kangkung air merupakan jenis kangkung yang tumbuh di tempat basah seperti sawah atau rawa-rawa. Lain halnya dengan kangkung darat yang bisa tumbuh di tanah dan di air, kangkung air hanya bisa tumbuh pada media basah dan tidak bisa hidup di tanah biasa.

Kangkung yang satu ini mempunyai ciri khas yaitu batang yang lebih besar daripada kangkung darat. Selain itu, daun kangkung air berwarna hijau pekat, bahkan ada yang berwarna merah kecoklatan. Untuk bunga, kangkung air mempunyai bunga berwarna ungu.

Jenis kangkung air mempunyai cara penanaman yang lebih mudah jika dibandingkan dengan kangkung darat. Perawatannya juga sangat mudah karena tidak membutuhkan penyiraman. Berikut cara menanam kangkung air yang perlu Anda ketahui:

  • Pembibitan

Tahap pertama untuk menanam kangkung air adalah pembibitan. Anda bisa mendapatkan bibit dari toko pertanian atau membeli langsung dari petani. Para petani biasanya menggunakan stek untuk memperbanyak tanaman kangkung.

  • Persiapan lahan

Untuk mendapatkan tekstur tanah yang sesuai, lakukan pembajakan sehingga tanah menjadi gembur. Buat pintu air sehingga lahan digenangi air setinggi 6 cm sebelum penanaman. Biarkan lahan tergenang selama 1 minggu. Setelah itu, lakukan pemupukan untuk mempersiapkan lahan.

  • Penanaman

Waktu yang tepat untuk menanam kangkung adalah sore hari. Cara menanam bibit kangkung air hampir sama dengan menanam padi. Anda hanya perlu menancapkan batang bibit ke dalam tanah dengan jarak 1.5 x 1.5 cm.

  • Perawatan

Kangkung yang telah ditanam akan tumbuh dengan sendirinya. Untuk perawatan, Anda bisa membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar kangkung. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan kangkung agar tidak terganggu oleh rumput.

  • Panen

Kangkung air mempunyai masa panen yang lebih singkat daripada kangkung darat. Anda hanya perlu menunggu sekitar 11 hari setelah penanaman untuk dapat memanen kangkung.Perhatikan cara memanen kangkung. Anda tidak perlu mencabut akarnya, namun potonglah batang dengan menyisakan antara 2 hingga 3 cm agar tanaman bisa tumbuh kembali.

Dengan cara tersebut, Anda dapat melakukan panen berulang kali hanya dengan 1 kali tanam. Meskipun demikian, pemotongan hanya dapat dilakukan 2 hingga 3 kali saja karena kualitas kangkung akan menurun apabila batang tidak diganti.

Perlu Anda perhatikan, pastikan untuk mencuci kangkung sebelum menjualnya. Pencucian tersebut bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk kotoran atau hewan-hewan air yang mungkin menempel pada batang dan daun.Bagaimana menurut Anda? Cara menanam kangkung sangatlah mudah dan tidak membutuhkan teknik khusus. Dengan mempelajari cara budidaya kangkung, Anda bisa memulai bisnis tersebut dan meraup omset jutaan rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *